TANYAFAKTA.ID – Marhaenisme adalah sebuah ideologi politik yang dikembangkan oleh Bung Karno (Sukarno), Presiden pertama Republik Indonesia, yang berusaha menggabungkan elemen-elemen dari Marxisme dengan prinsip-prinsip nasionalisme dan lokalitas Indonesia.
Ideologi ini dinamai berdasarkan nama seorang petani bernama “Marhaen”, yang menjadi simbol perjuangan rakyat kecil dan perjuangan melawan penindasan kolonial.
Kaum proletar Indonesia, begitulah arti kata “Marhaen” yang dimaksud Soekarno dalam tulisan-tulisannya. Kaum Marhaen adalah kaum tani Indonesia melarat dan kaum melarat Indonesia lainnya. Dari arti kata “Marhaen”, teori marhaenisme dapat diartikan sebagai asas yang menghendaki sistem masyarakat dan negara untuk menyelamatkan kaum Marhaen.
Marhaenisme adalah cara perjuangan melawan kapitalisme dan imperialisme untuk menciptakan suatu keadilan sosial, kebebasan dari penindasan, kesetaraan, dan pemberdayaan ekonomi rakyat kecil.
Konteks dan Asal Usul
Marhaenisme muncul pada awal abad ke-20 sebagai respons terhadap tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi Indonesia, terutama di bawah penjajahan kolonial Belanda.
Bung Karno mengembangkan ideologi ini sebagai upaya untuk menciptakan suatu kerangka pemikiran yang relevan dengan konteks Indonesia, dengan mengintegrasikan unsur-unsur Marxisme, yang menekankan perjuangan kelas dan keadilan sosial, dengan semangat nasionalisme yang menekankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
Prinsip-Prinsip Utama Marhaenisme
a. Keadilan Sosial
Marhaenisme menekankan perlunya keadilan sosial dalam masyarakat. Ini termasuk distribusi kekayaan yang lebih adil, pemerataan ekonomi, dan penghapusan ketidakadilan sosial. Prinsip ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin serta memastikan bahwa semua lapisan masyarakat memiliki akses yang sama terhadap sumber daya dan peluang.
b. Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
Sebagai suatu paham atau ajaran, marhaenisme adalah sosio-nasionalisme yakni nasionalisme yang adil bagi seluruh masyarakat dan menolak kesenjangan ekonomi. Salah satu fokus utama Marhaenisme adalah pemberdayaan rakyat kecil, seperti petani dan pekerja.
Ideologi ini mendukung kebijakan yang meningkatkan akses rakyat kecil terhadap sumber daya ekonomi, termasuk dukungan untuk usaha kecil dan menengah, serta kebijakan yang mendorong partisipasi aktif dari masyarakat dalam ekonomi.
c. Anti-Kolonialisme dan Nasionalisme
Marhaenisme juga mencerminkan semangat anti-kolonialisme dan nasionalisme. Bung Karno menekankan pentingnya kemerdekaan nasional dan perjuangan melawan penjajahan serta penindasan. Ideologi ini mendukung perjuangan untuk kemerdekaan dan kedaulatan bangsa serta menolak segala bentuk penindasan dan eksploitasi.
d. Demokrasi Sosial
Dalam kerangka Marhaenisme, demokrasi sosial disebut sebagai sosio-demorasi, yang berarti demokrasi yang mengabdi pada kepentingan seluruh masyarakat. Bukan hanya untuk kelompok tertentu. Hal tersebut menjadi elemen penting yang menekankan pentingnya partisipasi rakyat dalam pengambilan keputusan politik dan ekonomi.
Selain itu, marhaenisme mendukung adanya sistem politik yang memungkinkan rakyat terlibat secara langsung dalam proses pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan.
Implementasi dan Pengaruh
a. Dalam Konteks Sejarah
Marhaenisme memainkan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan pembentukan negara. Marhaenisme menjadi pondasi perjuangan sekaligus penyemangat bangsa untuk merebut dan mempertahankan cita-cita kemerdekaan pada gelora revolusi 1945.
Bung Karno menggunakan ideologi ini untuk membangun kesadaran kolektif dan mobilisasi massa melawan penjajahan Belanda dan ketidakadilan sosial. Marhaenisme pun juga dijadikan landasan ideologis dalam berbagai kebijakan dan program pembangunan awal Republik Indonesia.
b. Dalam Konteks Modern
Di era modern, penerapan Marhaenisme dapat dilihat dalam berbagai kegiatan sosial dan politik yang mengutamakan keadilan sosial dan pemberdayaan rakyat kecil.
Beberapa organisasi, termasuk Lingkar Studi Mahasiswa Marhaenis (LSMM), berusaha untuk meneruskan dan menerapkan prinsip-prinsip Marhaenisme dalam konteks kontemporer. Ideologi ini tetap relevan dalam diskusi mengenai ketimpangan sosial, pengentasan kemiskinan, dan reformasi ekonomi.
Penerapan Marhaenisme dalam Gerakan LSMM
a. Edukasi dan Penyebaran Ideologi
Lingkar Studi Mahasiswa Marhaenis (LSMM) adalah organisasi mahasiswa yang didirikan pada 21 Juli 2021 untuk melanjutkan dan menerapkan prinsip-prinsip Marhaenisme. Pengaruh Marhaenisme Bung Karno terhadap LSMM sangat signifikan dan tercermin dalam berbagai aspek kegiatan dan tujuan organisasi ini.
Lingkar Studi Mahasiswa Marhaenis (LSMM) berperan penting dalam mendidik mahasiswa dan masyarakat mengenai prinsip-prinsip Marhaenisme. Melalui seminar, diskusi, kajian, dan aksi, LSMM menyebarluaskan pemahaman tentang keadilan sosial, pemberdayaan rakyat kecil, dan nasionalisme. Kegiatan edukasi ini membantu membentuk kesadaran politik dan sosial di kalangan mahasiswa, serta memperkenalkan mereka pada ideologi Bung Karno.
b. Aktivisme Sosial dan Pemberdayaan
LSMM aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberdayakan kelompok marginal. Program-program sosial seperti bantuan untuk petani, dukungan terhadap usaha kecil, dan kampanye hak-hak sosial mencerminkan komitmen LSMM terhadap prinsip pemberdayaan ekonomi rakyat dan keadilan sosial.
Aktivisme ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada pengembangan kapasitas masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi.
c. Pengembangan Kebudayaan
Pengembangan kebudayaan juga merupakan bagian dari kegiatan LSMM. Dengan mengadakan acara kebudayaan yang merayakan dan melestarikan nilai-nilai lokal, LSMM berusaha untuk menghubungkan prinsip Marhaenisme dengan budaya masyarakat. Ini mencakup pelestarian warisan budaya lokal dan promosi nilai-nilai yang sejalan dengan semangat nasionalisme dan keadilan sosial.
Dampak dan Pengaruh Marhaenisme pada Kegiatan LSMM
a. Pembentukan Identitas dan Tujuan
Marhaenisme memberikan dasar ideologis yang kuat bagi LSMM, membantu membentuk identitas dan tujuan organisasi. Prinsip-prinsip Marhaenisme membimbing LSMM dalam merumuskan misi mereka, yang melibatkan pemberdayaan ekonomi rakyat, keadilan sosial, dan pelestarian budaya. Identitas ini membedakan LSMM dari organisasi mahasiswa lainnya yang mungkin memiliki fokus ideologi atau tujuan yang berbeda.
b. Motivasi untuk Aktivisme
Ideologi Marhaenisme juga memberikan motivasi bagi anggota LSMM untuk terlibat dalam aktivisme sosial. Semangat keadilan sosial dan pemberdayaan rakyat kecil menjadi dorongan utama dalam kegiatan-kegiatan mereka, yang mencakup berbagai program sosial dan pengembangan masyarakat. Aktivisme ini merupakan bentuk konkret dari penerapan prinsip-prinsip Marhaenisme dalam kehidupan sehari-hari.
c. Penyesuaian dan Adaptasi
LSMM menghadapi tantangan dalam menerapkan prinsip Marhaenisme dalam konteks modern. Dengan beradaptasi terhadap perubahan sosial, politik, dan ekonomi, LSMM menyesuaikan penerapan ideologi ini agar tetap relevan. Ini termasuk menghadapi pergeseran dalam dinamika politik dan ekonomi, serta mengintegrasikan prinsip-prinsip Marhaenisme dengan realitas kontemporer.
Tantangan dalam Penerapan Marhaenisme oleh LSMM
a. Resistensi dan Kontroversi
Marhaenisme sebagai ideologi dapat menghadapi resistensi dan kontroversi. Pendekatan yang diambil oleh LSMM mungkin tidak selalu diterima dengan baik oleh semua pihak, terutama dalam konteks politik dan sosial yang kompleks. Ini termasuk tantangan dalam menghadapi perbedaan pandangan politik dan ideologis di masyarakat.
b. Keterbatasan Sumber Daya
LSMM sering kali menghadapi keterbatasan sumber daya, baik dalam hal finansial maupun fasilitas. Keterbatasan ini dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk melaksanakan program-program besar dan mencapai tujuan mereka secara optimal.
c. Penyesuaian dengan Realitas Sosial
Menyesuaikan prinsip-prinsip Marhaenisme dengan realitas sosial yang berubah merupakan tantangan tersendiri. LSMM harus mampu beradaptasi dengan dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang terus berkembang, serta mencari cara untuk menerapkan ideologi Marhaenisme secara efektif dalam konteks modern.
Terakhir, pengaruh Marhaenisme Bung Karno terhadap gerakan Lingkar Studi Mahasiswa Marhaenis (LSMM) sangat signifikan. Prinsip-prinsip Marhaenisme, yang mencakup keadilan sosial, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan anti-kolonialisme, memberikan dasar ideologis yang kuat bagi LSMM.
Melalui edukasi, aktivisme sosial, dan pengembangan kebudayaan, LSMM menerapkan dan mempromosikan prinsip-prinsip ini dalam konteks modern.
Namun, LSMM juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk resistensi ideologis, keterbatasan sumber daya, dan penyesuaian dengan realitas sosial. Meskipun demikian, LSMM memiliki prospek yang baik untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif dengan terus berpegang pada nilai-nilai Marhaenisme dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dengan komitmen terhadap keadilan sosial dan pemberdayaan rakyat kecil, LSMM berfungsi sebagai penerus dan penerjemah ideologi Bung Karno dalam era kontemporer, berusaha untuk mewujudkan visi Bung Karno dalam konteks sosial dan politik yang berkembang saat ini.
Penulis : Haris Ascensio Simbolon | Kader BPW Lingkar Studi Mahasiswa Marhaenis (LSMM) – Jambi
Tinggalkan Balasan