TANYAFAKTA.ID, BUNGO – Tiga hari menjelang Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pilkada Bungo, yang diadakan akibat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengungkap adanya kecurangan dalam Pilkada 24 November 2024 lalu, pasangan calon nomor urut 1, Dedy Putra-Tri Wahyu Hidayat (Dedy-Dayat), semakin mendapat dukungan kuat.
Keputusan MK yang membatalkan hasil pemungutan suara di 21 TPS memberikan keuntungan suara signifikan bagi Dedy-Dayat, dengan selisih 2.770 suara lebih unggul dibandingkan dengan pasangan Jumiwan-Maidani.
Fakta ini tentu sangat memengaruhi dukungan pemilih di TPS yang melakukan PSU. Terungkapnya kecurangan dalam pencoblosan surat suara untuk pasangan Jumiwan-Maidani, seperti yang dibuktikan dalam putusan MK, menyebabkan sebagian besar pemilih di TPS tersebut beralih mendukung Dedy-Dayat.
Keadaan ini menimbulkan kepanikan di pihak pendukung Jumiwan-Maidani, yang kemudian mulai menyebarkan fitnah melalui media yang mereka kuasai, dengan tujuan menciptakan sentimen negatif terhadap pasangan Dedy-Dayat.
Pihak tim hukum Dedy-Dayat, melalui kuasa hukum mereka, Chris Januardi, memberikan tanggapan terkait tudingan fitnah yang ditujukan kepada tim Dedy-Dayat. “Kami sudah mengajukan hak jawab terkait tudingan tersebut, namun tidak ada respons. Kami juga ingin menegaskan, siapa yang dimaksud dalam judul berita itu sebagai tim 01 Dedy-Dayat, karena informasi yang diberikan sangat kabur,” ungkap Chris.
Chris juga menilai adanya ketidaksesuaian antara judul berita dan isi berita. Judul yang menyebutkan “tim 01 tahan KTP dengan iming-iming uang” dinilai sangat tendensius dan tidak berlandaskan pada fakta yang jelas. “Isi berita hanya membahas soal Zainal Arifin yang mengindikasikan adanya upaya menahan KTP, namun judulnya langsung menyudutkan tim 01 dengan tuduhan yang tidak jelas. Ini tidak mengikuti kaidah jurnalistik yang benar, atau bisa jadi ini memang media propaganda,” tegasnya.
Sementara itu, tudingan yang menyebutkan bahwa tim 01 Dedy-Dayat menahan KTP pemilih beredar berdasarkan informasi lapangan dari Zainal Arifin. Namun, informasi tersebut tidak menyebutkan lokasi, waktu, atau siapa pelakunya.
Hal ini menambah dugaan bahwa berita tersebut lebih merupakan bentuk kepanikan dari pendukung Jumiwan-Maidani, yang merasa dukungan kuat dari pemilih kini semakin mengarah kepada Dedy-Dayat menjelang PSU pada 5 April 2025 nanti. (*)
Tinggalkan Balasan