TANYAFAKTA.ID, KOTA JAMBI – Rito Halim, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Kota Jambi, memberikan klarifikasi terkait peristiwa yang terjadi di Klenteng Sungai Sawang yang sempat memicu berbagai isu.

Klarifikasi ini disampaikan saat pertemuan antara Rito Halim dan Dr. Maulana, seorang tokoh pluralisme yang juga menjabat sebagai Ketua Rumah Kebangsaan Lintas Agama (RKLA) Provinsi Jambi, yang bertujuan untuk mengatasi kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.

“Kami bertemu dengan Dr. Maulana untuk mengklarifikasi kejadian yang sempat menimbulkan kekhawatiran di klenteng kemarin,” kata Rito Halim saat ditemui usai pertemuan pada Senin, (18/11/2024).

Dr. Maulana, yang dikenal sebagai tokoh pluralisme, turut serta dalam upaya meredakan ketegangan dan memastikan bahwa situasi tetap kondusif. Ia menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah dinamika politik yang sedang berlangsung.

Baca juga:  Program Astacita Prabowo Subianto: Kolaborasi Polda Jambi dan PTPN IV Tanam Jagung Serentak untuk Swasembada Pangan

Rito juga menegaskan bahwa penyelidikan terkait insiden tersebut kini berada sepenuhnya di tangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Bawaslu yang akan memutuskan apakah ada pelanggaran atau tidak,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan sikap Matakin yang memilih untuk menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

Pada kesempatan itu, Rito yang merupakan seorang tokoh agama yang dihormati di Kota Jambi itu juga mengimbau umat Khonghucu di Kota Jambi untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang beredar. Ia menegaskan pentingnya menjaga kedamaian jelang Pilkada Kota Jambi.

“Kami mengimbau seluruh umat Khonghucu agar tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas. Mari kita jaga suasana damai sampai Pilkada berlangsung,” ujar Rito.

Baca juga:  Indonesia Butuh Revolusi, Ketua Umum DPP PGK : Pemuda Harus Bisa Jadi Pelopor

Pernyataan Rito Halim ini diharapkan dapat menenangkan situasi dan memperkuat keharmonisan antar umat, terutama di tengah dinamika politik yang tengah berlangsung. Seruan untuk menjaga perdamaian menjadi pengingat bagi semua pihak agar tetap bersatu dan mengutamakan dialog. (Aas)