Penerapan Marhaenisme dalam Gerakan LSMM
a. Edukasi dan Penyebaran Ideologi

Lingkar Studi Mahasiswa Marhaenis (LSMM) adalah organisasi mahasiswa yang didirikan pada 21 Juli 2021 untuk melanjutkan dan menerapkan prinsip-prinsip Marhaenisme. Pengaruh Marhaenisme Bung Karno terhadap LSMM sangat signifikan dan tercermin dalam berbagai aspek kegiatan dan tujuan organisasi ini.

Lingkar Studi Mahasiswa Marhaenis (LSMM) berperan penting dalam mendidik mahasiswa dan masyarakat mengenai prinsip-prinsip Marhaenisme. Melalui seminar, diskusi, kajian, dan aksi, LSMM menyebarluaskan pemahaman tentang keadilan sosial, pemberdayaan rakyat kecil, dan nasionalisme. Kegiatan edukasi ini membantu membentuk kesadaran politik dan sosial di kalangan mahasiswa, serta memperkenalkan mereka pada ideologi Bung Karno.

b. Aktivisme Sosial dan Pemberdayaan

LSMM aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberdayakan kelompok marginal. Program-program sosial seperti bantuan untuk petani, dukungan terhadap usaha kecil, dan kampanye hak-hak sosial mencerminkan komitmen LSMM terhadap prinsip pemberdayaan ekonomi rakyat dan keadilan sosial.

Aktivisme ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada pengembangan kapasitas masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi.

c. Pengembangan Kebudayaan

Pengembangan kebudayaan juga merupakan bagian dari kegiatan LSMM. Dengan mengadakan acara kebudayaan yang merayakan dan melestarikan nilai-nilai lokal, LSMM berusaha untuk menghubungkan prinsip Marhaenisme dengan budaya masyarakat. Ini mencakup pelestarian warisan budaya lokal dan promosi nilai-nilai yang sejalan dengan semangat nasionalisme dan keadilan sosial.

Dampak dan Pengaruh Marhaenisme pada Kegiatan LSMM
a. Pembentukan Identitas dan Tujuan

Marhaenisme memberikan dasar ideologis yang kuat bagi LSMM, membantu membentuk identitas dan tujuan organisasi. Prinsip-prinsip Marhaenisme membimbing LSMM dalam merumuskan misi mereka, yang melibatkan pemberdayaan ekonomi rakyat, keadilan sosial, dan pelestarian budaya. Identitas ini membedakan LSMM dari organisasi mahasiswa lainnya yang mungkin memiliki fokus ideologi atau tujuan yang berbeda.

b. Motivasi untuk Aktivisme

Ideologi Marhaenisme juga memberikan motivasi bagi anggota LSMM untuk terlibat dalam aktivisme sosial. Semangat keadilan sosial dan pemberdayaan rakyat kecil menjadi dorongan utama dalam kegiatan-kegiatan mereka, yang mencakup berbagai program sosial dan pengembangan masyarakat. Aktivisme ini merupakan bentuk konkret dari penerapan prinsip-prinsip Marhaenisme dalam kehidupan sehari-hari.

c. Penyesuaian dan Adaptasi

LSMM menghadapi tantangan dalam menerapkan prinsip Marhaenisme dalam konteks modern. Dengan beradaptasi terhadap perubahan sosial, politik, dan ekonomi, LSMM menyesuaikan penerapan ideologi ini agar tetap relevan. Ini termasuk menghadapi pergeseran dalam dinamika politik dan ekonomi, serta mengintegrasikan prinsip-prinsip Marhaenisme dengan realitas kontemporer.